Saturday, 12 May 2012

Dulu, ketika SMP saya pernah belajar muatan lokal: CANDRASENGKALA, sebuah ilmu tentang kode/enkripsi/pesan tersembunyi untuk menunjukan angka-angka tertentu. SERU! Ya, karena saya bisa membuat Sengkalan Lamba berupa tulisan atau kalimat, atau Sengkalan Memet berupa visualisasi: relief, lukisan, patung dll. Lalu bermain tebak-tebakan bersama teman-teman.

Cara kerja yang diajarkan oleh Guru SMP saya (semoga beliau mendapat pahala berlimpah atas ilmu yang diajarkan) waktu itu sederhana. Kami diberikan daftar kata yang memiliki watak khusus yang merujuk pada angka-angka tertentu, lalu diajarkan merangkai kata-kata tersebut menjadi "sengkalan" yang diinginkan. Sehingga memiliki arti tertentu.

Sebagai contoh:

"Anembah mring Gusti Luhuring Pangabekten"

Kalimat ini berarti:

"Menyembah atau beribadah kepada Allah SWT, Tuhan YME, adalah sebagai bukti tingginya ketaatan dan ketakwaan".

Sengkalan tersebut terdengar seperti kalimat yang bijak bukan? (dan memang itu kalimat wisdom). Tapi Anda perlu tahu bahwa sebenarnya kalimat "Anembah mring Gusti Luhuring Pangabekten" adalah sengkalan lamba/enkripsi dari 4 angka: 2-0-1-2. Merujuk pada angka tahun 2012.

Lebih jauh lagi, sengkalan lamba tadi masih dapat kita buat visualisasinya. Tentunya visualisasi yang sesuai. Dengan kata kunci menyembah Tuhan YME kita bisa buatkan misalkan "lukisan orang bersujud". Maka jadilah lukisan tersebut sengkalan memet dari angka 2012. Ya, lukisan orang bersujud tadi berarti 2012. KEREN KAN? :D

Tahun berapa saya lahir?
Sengkalan Lamba tahun kelahiran saya sebagai berikut:

"Gatining Manggala Anggawe Trusthaning Jagat"
(20 menit saya memilah kata menghasilkan sengkalan ini)

artinya..

"Perbuatan seorang pemimpin mampu menciptakan kegembiraan dan kepuasan seluruh negerinya."

Hehe..sengkalan saya tadi tidak "wisdom-wisdom amat" - toh sengkalan tidak harus memiliki arti sebagai satu kesatuan kalimat - tapi saya anggap sesuai, karena saat itu adalah masa kejayaan Soeharto, dimana programnya mampu menjadikan Indonesia swasembada beras, dan rakyat bersuka cita. Pada 1985, Soeharto masih presiden yang baik (setidaknya dari perspektif pembangunan, IMHO). Jadi saya buat sengkalan yang sesuai pada masa saya lahir. hehehe...

"Gatining Manggala Anggawe Trusthaning Jagat" adalah 1985.

Jika harus memajang sengkalan memet di rumah untuk menandai tahun kelahiran saya, mungkin saya akan memajang foto hitam putih low resolution di atas, hehe..

0 comments:

Post a Comment

Blog Stats