Wednesday, 27 May 2015

BMW e30 M3 (coupe)
Sembalap Mas! Kesan seorang teman tatkala melihat sebuah sedan tua keluaran tahun 1990 berkelak-kelok di jalanan perbukitan dijalur Semarang-Jogja. Bagi saya yang cukup lama mengamati jajaran keluarga BMW, tak salah lagi itu adalah BMW e30, salah satu sedan Seri-3 yang cukup legendaris. Hanya saja tidak jelas apakah mobil tadi tipe 318i, atau tipe langka seperti 320i atau 325i. Saya katakan saja kepada teman tadi bahwa mobil yang ia lihat adalah semacam Honda Civic-nya BMW.

Melihat sedan  lincah itu, saya langsung ingat bibitnya. Salah satu biang dari keluarga sedan Seri-3. Jika merunut pada sejarahnya, pada era 1972-1974, BMW memproduksi varian BMW-2002, sebuah sedan seri 3 yang sempat menjadi best seller.

Saya tidak tahu pasti mengapa dinamai BMW 2002 (baca; be em we duaribu dua), apakah karena sedan ini berarti seribu satu? Dalam artian, sedan ini adalah jenis yang lain dari yang lain. Semacam ungkapan hanya ada satu dari seribu? dua dari ribu dua.  Yang jelas perkembangan BMW 2002 yang cemerlang sampailah pada varian BMW 2002 Tii.

Pada masa itu BMW 2002 Tii memberikan kesan sproty  yang kental pada sebuah sedan saloon (berpintu empat). Karena pada saat itu BMW memperkenalkan apa yang disebut dengan einspritzer atau fuel injection. Sebuah gebrakann, di saat teknologi mobil jalan raya pada umumnya masih menggunakan karburator. Hasilnya? Menakjubkan.

BMW 2002
Dengan engine displacement 2000 cc, sebuah BMW 2002 Tii menjadi jauh lebih responsif, bahkan lebih dari itu. Karena sistem einspritzer  mampu mengukur aliran bahan bakar yang masuk, maka mesin mendapat komposisi pembakaran yang mendekati sempurna. Anda dapat merasakan aliran tenaga yang merata dari rpm rendah hingga max.rpm, dari kecepatan rendah hingga top speed-nya yang mampu mencapai 185 km/jam. Cukup luar biasa untuk ukuran sedan pada masa itu.

Dengan kombinasi sistem suspensi yang terkenal dari BMW, yang memberikan kemampuan tak tertandingi dalam menopang kendaraan di jalan, Anda akan mengerti bagaimana BMW 2002 Tii adalah sensasi luar biasa dalam berkendara.

Faktanya, mobil ini adalah BMW yang didesain secara praktis sebagai family sedan. Yang membuatnya berbeda dari sedan manapun di jalanan. Pada masa itu, konsep menyatukan performa dan kenikmatan mengemudikan kendaraan dengan utilitas penggunaan di jalan raya secara legal adalah hal yang bisa dibilang jenius. Hanya dalam satu mobil, BMW 2002 Tii, Anda mendapati kemampuan mesin layaknya mobil sport, kenyamanan, ruang yang lega untuk keluarga, fitur keamanan dan kekuatan yang bisa diandalkan.

Dalam sebuah testimoni seorang insinyur BMW yang menguji langsung mobil BMW 2002 Tii ini di sebuah perbukitan dikatakan bahwa ia mengendarai mobil dengan menjaganya pada max.rpm (redline) pada gigi pertama, kedua dan ketiga. Menjaganya agar tidak kurang dari putaran mesin 5.000 rpm. Wow.. Sembalap, Mas! Dalam rauangan mesin yang disokong teknologi terbaru kala itu, einspritzer, Sang Insinyur secara gesit menginjak pedal gas dan rem bergantian mengikuti alur jalanan pegunungan yang berkelak-kelok. Ia melakukan power-drift saat memasuki tikungan yang sempit dan tajam, dalam rangkaian in-apex-out, disertai switchbacks (ngepot) ia merasakan tidak ada keraguan dalam pengendalian sistem deselarasi/ pengereman. Seat memasuki jalanan di lembah yang datar, Sang Insinyur memacu BMW 2002 Tii hingga gigi 4, hingga saat ia mencapai kecepatan 168 km/jam. Ia memacu kendaraan tersebut pada kecepatan tinggi hingga waktu yang cukup lama, dan menurutnya performa BMW 2002 Tii cukup mengesankan.
BMW 2002

Satu hal kecil yang ternyata penting diperhatikan dari sedan sport ini adalah cukupnya ruang untuk kaki bagi pengemudi yang memiliki panjang kaki ekstra. Memang BMW akhirnya diakui dunia sebagai ultimate driving machine.

Bagi saya pribadi, hingga saat ini BMW adalah soluis bagi para pria berkeluarga yang ingin tetap menikmati serunya berkendara dengan segudang sensasi sporty pada saat yang sama ia bertugas sebagai driver bagi anak dan istrinya.


0 comments:

Post a Comment

Blog Stats