Wednesday, 29 July 2015



Imagine it was black e39 on stock (OEM) wheels.
Menggunakan velg replica silahkan saja namun perlu disadari kemampuan dan kualitasnya. Tak sedikit  kecelakaanterjadi karena velg pecah atau terbelah dua saat digunakan dalam kecepatan tinggi. Atau peang (melengkung) saat kendaraan melintasi lubang di jalanan rusak sehingga mengganggu handling kendaraan.  Di sisi lain ada pula yang memakai velg replica sekian lama tanpa keluhan. Selidik punya selidik velg tersebut diaplikasikan pada kendaraan yang hanya digunakan dalam kota, dalam kondisi jalanan yang terkendali dan tidak untuk kebut-kebutan.

Velg  replica adalah “dosa yang dapat diampuni” sepanjang pengguna memahami situasinya: bahwa bagaimanapun juga velg replica tidak dibuat dalam kualitas yang optimal. Faktor biaya produksi yang diminimalisir menjadi biangnya. Dan biangkerok dari biang  tadi adalah demand dari autolover yang ingin tampil kece tapi kantong cekak seperti saya.. No hurt feeling, hehe. Ini adalah pasar yang sangat luas, dimana penampilan dan segala hal yang bersifat atributif menjadi hal yang penting bagi kebanyakan orang. Hal yang bersifat substansial justru pudar dan tampak seperti hal yang tidak subtantif. Nah loh..

Akhirnya munculah informasi-informasi misleading seperti “ah replica ori sama saja” atau “replica kualitasnya sama kaya ori kok, udah canggih”. Bro, harga tidak pernah bohong. Ia dihitung oleh akuntan-akuntan yang bahkan untu uang 5 sen saja mereka bisa ribut. Pabrikan velg OEM tentunya ingin selalu melepas produknya dengan harga semenarik mungkin.

Informasi yang misleading tersebut lama-kelamaan menjadi mitos. Nah, saya coba bagikan mitos-mitos terkait velg OEM vs Replika deh…

Satu: Velg Replika Kuat! Sekuat Velg Original 
Penjelasan:  Kebanyakan velg replica dibuat dengan menggunakan proses manufacturing termurah yang bisa dilakukan, yaitu gravity casting. Ketika adonan alumunium dituangkan ke dalam cetakan hasil dari replikasi velg OEM, hasilnya rentan cacat. Adonan dibiarkan saja berangsur dingin dan mengeras dengan tergantung pada cuaca/ suhu ruangan dan gravitasi. Metode ini menghasilkan velg dengan density yang rendah karena tidak ada pengkondisian tekanan pada pendinginan adonan alumunium. Sementara pabrikan velg OEM menggunakan tehnik low pressure wheel casting  sehingga menghasilkan cetakan alumunium berdensitas tinggi. Artinya adalah velg replica lebih berpotensi untuk lebih mudah penyok, peyang,  bengkok atau grepes  karena mereka dibuat dari material yang kurang kuat.

Dua: Velg Replika Sama dan Identik Velg Original
Penjelasan: Velg replica selalu akan berbeda dengan velg original, kalau tidak berbeda namanya bukan replika. Ketika velg replica dibuat, ia dicetak menggunakan cetakan hasil replikasi velg original. Maka hasilnya akan tidak pernah sama, maksimal 99% saja. Lagipula membuat cetakan velg tidak murah, biayanya bisa sampai 250 juta rupiah per satu cetakan.  Anda selalu akan dapat melihat perbedaan  pada bagian depan atau belakang velg replica dengan velg original. Lagi-lagi hal ini juga dipengaruhi factor biaya produksi.

Secara perhitungan tidak mungkin membuat velg replica yang sempurna mendekati velg original tanpa perlatan molding yang super mahal. Kalaupun jadi maka ia akan menjadi velg replica berharga mahal. Fitur harga murahnya berkurang, sedangkan fitur kualitasnya mungkin sedikit membaik.

Hal yang tidak kalah penting, apapbila velg dibuat sama persis dengan velg original(OEM), maka si produsen menghadapi resiko untuk dituntut secara hokum. Hal tersebut baru-baru ini terjadi ketika pihak BMW mengajukan gugatan hukum kepada pembuat velg replica berbasis BMW OEM Style, maka akan sulit bagi Anda untuk menemukan velg replica BMW di ebay.

Tiga: Velg Replika Dibuat di Pabrik Velg Original.
Penjelasan: Mitos ini jelas-jelas ngawur dan menyesatkan. Sekarang pikirkan, apakah mungkin Toyota membiarkan pabrik  yang  memproduksi velg OEM-nya, juga memproduksi velg untuk orang lain dengan kualitas yang lebih rendah. Apakah Toyota rela membiarkan  lokasi pabrik yang steril sebagai jaminan kualitas velg OEM-nya bercampur dengan velg replika? Dan membuat diri sendiri rentan terhadap complain di masa yang akan datang?

Pembuat velg original (OEM) memproduksi jutaan velg per tahun untuk diserahkan kepada manufaktur kendaraan merk tertentu. Mereka melakukannya dalam kontrak kerja yang kompleks. Merk otomotif besar seperti Honda, Lexus, BMW, M.Benz, Audi dll  tidak akan menempatkan diri dalam resiko, dengan mempercayakan urusan velg pada pabrikan kecil yang hanya menghasilkan seratus atau seribu velg dalam setahun. Mereka memerlukan kepastian keberlangsungan produksi, persediaan dan kualitas yang terjaga. Jadi jika ada yang mengatakan velg replica miliknyadibuat satu pabrik dengan velg original milik Anda, katakana saja: “Teman, mungkin Anda sedang lelah?”

Empat: Vel;g Replika Awet! Seawet Velg Original.
Penjelasan: Velg original (OEM) bisa dikatakan sebagai benda yang mengalami penderitaan keras dalam hidupnya. Sejak dalam kandungan (proses R&D) hingga akhir khayatnya (disposal age).  Mereka akan melalui proses kehidupan yang tak kalah keras: menghadapi ribuan mil perjalanan berperang melawan jalanan rusak, lubang, kerikil, batu, garam, asam, panas terik, hujan badai, air comberan, pipis anjing dsb. Mereka didesain untuk panjang umur, didesain untuk menderita.

Sementara velg replica ibarat ksatria yang berotot berkat steroid. Nampak kekar namun tidak terlalu kuat. Ia memiliki batas-batas tertentu dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Untuk treatment yang sama, velg replica dipastikan rusak duluan, karena secara bawaan lahir kualitasnya tidak dapat menyamai velg original (OEM)

Lima: Fitment Velg Replika Sama Seperti Velg Original.
Penjelasan: Sekali lagi kita kembali ke poin penting di awal yaitu tentang “membuat velg keren dengan biaya seminim mungkin”. Kita tentu melihat sekian banyak velg replica yang mengalami mutasi genetic, hehe. Tiba-tiba velg BMW OEM Style dengan PCD 5x120 muncul di toko velg dengan PCD 4x114 misalnya. Tak lain demi membuka pangsa pasar seluas muingkin sehingga velg tersebut dapat diserap oleh banyak merk kendaraan tidak hanya spesifik seprti velg original (OEM).
Seringkali perubahan-perubahan tersebut berpengaruh pada hasil akhir. Menyebabkan getaran sehingga mengganggu system suspense, atau system pengereman, karena tidak dibuat dengan desain yang tepat sesuai peruntukan aslinya.

Kesimpulan:
Ada banyak alas an untuk membeli velg original (OEM) atau replica. Tapi perlu diingat bahwa velg original (OEM) memiliki kelebihan dalam hal keawetan/ ketahanan, kekuatan, kehandalan, kesesuaian dengan kendaraan. Selalu bijaksana ketika memutuskan membeli velg, dan tetap bijaksana dalam pengaplikasian serta penggunaan velg tersebut.

Pembahasan ini saya anggap relevan dengan velg untuk kendaraan bermerk: Acura, Audi, Aston Martin, Bentley, BMW, Cadillac, Chevrolet, Chrysler, Dodge, Daihatsu, Ferrari, Ford, GMC, Honda, Hummer, Infiniti, Jaguar, Jeep, Land Rover, Range Rover, Rolls Royce, Lamborghini, Lexus, Lincoln, Maserati, Mercedes Benz, Mini, Nissan, Pontiac, Porsche, Saab, Saturn, Scion, Subaru, Suzuki, Toyota, Volkswagen, Volvo.



13 comments:

  1. Gokil penjelasannya.. Sekarang jadi paham

    JDlines

    ReplyDelete
  2. kata orang velg fortis dan avantech produsennya yg bikin velgnya toyota, apa itu hoax?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa yang memberikan info demikian pak? orang mana.. :p

      Delete
    2. http://www.autos.id/2016/05/30/velg-fortis-dan-avantech-asli-karawang-kualitas-eropa/

      Delete
    3. Sorotan utama dari artikel "mitos velg original vs replika" ini adalah agar bisa lebih memahami bahwa velg original dari merk (tuner) tertentu yang harga ori-nya mahal bagaimanapun tetap berbeda dengan versi replikanya yang umumnya dijual jauh lebih murah. Seperti misalnya: vosen, enkei, bbs, ac schnitzer, dll.

      Saya pribadi turut merasa bangga sudah ada produsen velg di Indonesia dengan kualitas baik. Terkait dengan toyota, saya kira fortis dan avanteech dibuat oleh pihak ketiga pak, perusahaan tersendiri di luar toyota. Semoga suatu saat fortis dan avanteech bisa bersanding dalam liga yang sama dengan merk-merk velg besar kenamaan dunia.

      Delete
  3. mau tanya om, kenapa velg replika ngga di gugat sama pembuat velg ori seperti bbs,enkei,te37 dll ya?

    ReplyDelete
  4. mau tanya om, kenapa velg replika ngga di gugat sama pembuat velg ori seperti bbs,enkei,te37 dll ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba perhatikan, velg replika dengan yang ori. Serupa tapi tak sama, akan ada detail-detail mulai dari emboss, sisi tengah dekat centerhole, hingga luas penampang pada spoke-nya misalnya..

      kalau sama persis sis sis sis.. 100% rasa-rasanya hanya produsen velg replika dari tiongkok yang bernai bikin :p

      Delete
  5. bisa jadi velg replika di buat di pabrik atau tempat pembuatan velg ori rekanan sang merk mobil dunia (toyota,daihatsu,suzuki,mitsu,chevy atau bahkan mercy dan bmw) krn pernah kan agan2 sekalian mendengar info bahwa ada salah satu desa di purbalingga, jateng yg mensuply langsung pesanan knalpot utk mercy jerman. nah bisa jd toh home indutri tsb jg menjual produknya dgn kualitas sama dgn yg diminta mercy.

    ReplyDelete

Blog Stats