Tuesday, 14 July 2015


Pernah suatu ketika rekan saya membeli velg dengan harga lumayan mahal di bursa jual beli online, namun sesampainya barang di rumah velg tersebut tidak dapat diaplikasikan pada mobilnya. Alasannya karena perbedaan spek velg dengan spek tromol serta dimensi fender mobil.

Jika Anda tidak sempat untuk melakukan fitting velg pada mobil Anda guna mendapatkan fitment yang sesuai dengan rekomendasi pabrik -atau setidaknya masih dalam toleransi modifikasi berorientasi utilitas (tidak termasuk fitment untuk keperluan khusus seperti drifting), maka ada hal yang wajib diperhatikan ketika membeli velg. Antara lain ukuran PCD, Offset, dan lebar velg karena setiap mobil memiliki spec requirement masing-masing. JAdi tidak bisa hantam kromo asal suka velg tertentu lalu dibeli dengan maksud untuk diaplikasikan pada mobil kita.
Offset
Jangan bingung ketika melihat iklan jual beli di bursa online, ada infromasi alphanumeric seperti: 18x9J ET 20 PCD 5x120. Atau ketika seller tidak menyertakan info tersebut kemudian ada komentar alon pembeli yang menanyakan ET berapa?
Sekali lagi jangan bingung! Cara membaca spek bisa Anda lihat disini. Kali ini kita akan bahas mengenai offset atau ET. Sebenarnya ET dan Offset itu hanya nama lain yang artinya sama saja yaitu ukuran yang mewakili nilai ketebalan bagian tengah velg (pantat velg) yang langsung menempel kepada tromol pada roda mobil.
Offset ( RT ) Velg Mobil
Perhatikan ilustrasi di atas. Tiap velg memiliki garis tengah (center line) yang berada di antara sisi luar dan sisi dalam. Dapat Anda lihat secara imajiner garis vertikal pada velg. Nah di sana ada sisi dalam velg dan sisi luar velg. Seberapa dalam velg itu akan menjorok ke dalam atau keluar fender ditentukan oleh ET tadi.
Secar garis besar ada 3 tipe offset:
1. Zero
2. Negative
3. Positive
Apakah zero ET pasti pas di fender mobil Anda? atau apakah negative ET pasti menjorok ke dalam fender mobil Anda? Belum tentu. Sekali lagi ini karena setiap mobil memiliki default setting pada tromolnya.
Perhitungan awal offset / ET=0 mm dihitung dari lebar velg dibagi 2 sama rata (Contoh gambar tengah Zero Offset). Nilai offset yang semakin besar / + / Positive akan membuat pantat velg semakin kedepan (Contoh gambar kanan Positive Offset). Sebaliknya nilai offset yang semakin kecil / - / Negative akan membuat pantat velg semakin ke belakang (Contoh gambar kiri Negative Offset) semakin besar offset / ET maka bila dipasangkan ke mobil posisinya akan semakin kedalam fender, karena pantat velg semakin tipis.Maka velg dengan offset 45 mm apabila dipasangkan pada mobil posisinya akan lebih masuk daripada velg dengan offset 25 mm, karena selisih jarak pantat velg ke tromol berbeda 20 mm.
Sebagai contoh, pada mobil BMW Seri 5 e39, ET yang dianjurkan sesuai desainny adalah velg dengan ET 15 s/d 20. Sedangkan pada BMW Seri 3 sepeti e36, e46, e90 dst biasanya menggunakan ET besar 30 s/d 45.
Bagaimana jika velg seri 3 yang ber offset besar dipasang pada mobil seri 5? Velg akan "mendhelep" alias masuk ke dalam fender. Sedangkan jika velg seri 5 yang beroffset kecil dipasang pada mobil seri 3, maka velg akan mentok pada bibir fender bahkan bisa keluar fender.
Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum membeli velg tertentu yang akan dipakai pada mobil anda, sehingga bisa mendapatkan tampilan tapi juga tetap berfungsi dengan baik dan tidak ada masalah. Atau paling mudah bertanya pada teman yang dianggap cukup tahu soal velg. Selamat berburu velg..!! :D

0 comments:

Post a Comment

Blog Stats