Wednesday, 5 August 2015

Diri kita adalah penting.
Ketika seseorang dikatakan egois, seringkali hatinya sedih merasa diserang.

Egois kenapa tidak? Faktanya itu manusiawi. Kita memang diciptakan egosentris. Pusat segala sesuatu di dunia adalah diri kita sendiri. Bahkan menolong sesama pun akhirnya adalah demi kebaikan diri kita.

Mencintai kekasih tujuannya kedamaian dan kebahagiaan kita. Mendidik dan merawat anak sebaik-baiknya adalah demi masa depan kita sebagai leluhur. Menjaga hutan, melindungi alam, membersihkan sampah, tujuannya untuk kelestarian kita.

Hal-hal mendasar seperti makan, tidur dan bernafas, pasti 1000% dilakukan demi keberlangsungan hidup kita.

Jadi, ya Anda egois! apa coba hal yang tidak kita lakukan tanpa bermuara kepada diri kita sendiri?
Jangan katakan beribadah dengan segala ritualnya adalah salah satunya. Tidak. Karena segala faedahnya lagi-lagi bermuara pada diri kita.

Tuhan, Yang Maha Berdiri Sendiri, tidak butuh doa kita, shalat kita, puasa kita, tetesan air mata di sepertiga malam kita, ataupun sedekah kita yang paling rahasia sekalipun. Tuhan tidak butuh.

Tidak berkurang atau bertambah kemuliaan dan kebesaran-Nya, dengan atau tanpa ibadah kita.
Segala perintah dari-Nya hanyalah alasan agar Dia dapat menunjukan dan memberikan nikmat serta karunia-Nya kepada kita.

Lalu jika Dia membuat seluruh dunia ini untuk kita, membuka pintu-pintu kasih sayang sedemikian luas disertai pemberian tiada terbatas bagi kita.

Mengapa masih saja kita memiliki alasan untuk tidak mencintai-Nya?


0 comments:

Post a Comment

Blog Stats