Monday, 19 October 2015

Pembahasan mengenai keunggulan BMW e39 sudah beberapa kali saya tulis, silahkan cek di postingan sebelumnya. Kali ini perkenankan saya berbagi mimpi buruk semua pecinta BMW e39, yaitu masalah utama yang kerap dihadapi ketika memutuskan memelihara kendaraan jadul nan keren ini.

Tapi sekali lagi, ini khan mimpi buruk?! Bisa jadi kenyataan bisa jadi hanya bayangan yang tak pernah terjadi. Dari sekian banyak masalah populer, saya sendiri hanya mengalami beberapa saja. Dan masih bisa diatasi dengan suport dari rekan-rekan sesama pengguna BMW. Baik langsung saja 20 Masalah Umum BMW e39 (1996-2004), cekibrooooot........


1. Coolling System! ini adalah problem paling populer. Jika saja BMW diciptakan oleh orang Banyumas, Bandung atau Banyuwangi (sehingga akronimnya tetap BMW) mungkin saja engineeringnya akan dibuat lebih tahan pada cuaca tropis. Hanya saja, karena desain BMW adalah berorientasi pada kondisi eropa maka suku cadang penopang sistem pendinginan mesin yang banyakl terdiri dari material plastik: seperti expansion tank, radiator dan thermostat housing harus extra keras bekerja di daerah tropis, Seringkali masalah overheat pada unit e39 disebabkan oleh: radiator yang bocor, thermostat failure, waterpump mogok, kebocoran selang-selang radiator.

2. Vanos Seal (mesin i6) atau Pan Gasket (mesin v8) rembes oli. Jelas penyebabnya adalah keausan, karena materialnya yah lagi-lagi bekerja extra keras di cuaca tropis. Tidak terlalu masalah karena mudah didiagnosa dan langsung ganti saja dengan parts yang baru. Masalahnya ada pada dompet Anda, karena spareparts sangat mudah didapt alias banyak tersedia.

3. Deadpixel pada monitor OBC atau Head Unit. Saya kurang paham bagaimana ini bisa terjadi, selama 6 kali gonta-ganti unit BMW e39 tidak pernah mendapat masalah ini. Hanya saja jika cukup apes mendapatinya, ada bengkel yang bisa memperbaikinya di Jakarta. Ada pula perorangan seperti Ian Shulga (google saja) seorang bule yang betah di Indonesia dan kebetulan hobi bmw khususnya mengulik perbaikan deadpixel ini. Ada juga youtube, tutorial yang tidak memberikan garansi apabila Anda gagal dalam operasi perbaikan swadaya. Namun bagi saya, jika mendapati masalah ini? Artinya berkah. Karena bisa menjadi alasan yang tepat di depan istri untuk mengganti HU standar dengan HU-Dynavin. Hahaha.

4. Headlight Adjuster patah. Lagi-lagi ini adalah pertikaian antara plastik dan cuaca. KArena memang adjuster untuk ketinggian dan fokus headlight terbuat dari plastik. Hey, Anda tahu BMW e39 ini bisa diatur level lampu depannya dengan sentuhan jari saja? Canggih bukan.

5. Tombol-tombol AC pecah atau patah. Sama seperti masalah nomor 4. Solusinya, Anda lem atau cari tombol baru di toko sparepart. Kabar baiknya sparepart printilan ini masih banyak dijual, pun copotan (kanibal) dari para kampaker and ebayers.

6. Tombol kontrol electric seat patah/ lepas. Penyebabnya sama seperti no 4 dan 5, sering juga disebabkan anak kecil menginjak tombol kontrol ini atau ketika pegawai tempat cuci mobilyang Anda percayai kurang berhati-hati saat naik turun dari jok depan (atau saat mengelapnya)

7. Cupholder dan Kisi-kisi AC patah. Masih sama seperti no 4,5 dan 6. Ini adalah masalah plastik yang entah kenapa menjadi lemah tak berdaya apalagi jika mobil sering mendapati anak kecil sebagai penumpang. Diinjak, dibuka tutup, ditekan, ditarik dll oleh mereka, sengaja atau tidak.

8. Windshiled Washer macet. Biasanya ini terjadi karena washer jarang digunakan atau karena kotor sehingga sprayer macet dan mengakibatkan motor pmpa-nya rusak. BIsa diperbaiki dengan biaya sekitar 300 ribu rupiah.

9. Ignition Switch Fails. Bisa terjadi karena Anda masih menempatkan shift lever pada posisi D. Hehe. Bukan, maksud saya ini bisa terjadi karena banyak kemungkinan. Bisa masalah elektrikal yang berhubungan dengan sensor, bisa juga karena EWS pada mata kunci bermasalah.

10. Ignition Spinning. Hal ini bisa terjadi karena mata kunci dan rumah kunci sudah terlalu aus. Sehingga terjadi spinning. Alias Anda putar kunci ke ON tapi hanya berputar dan tidak berhasil. Solusinya Anda harus ganti rumah kunci. Jika dalam keadaan darurat dan perlu menyalakan mobil, Anda bisa nyalakan melalui teknik by pass (seperti pencuri mobil) dan untuk mematikan mesin dengan menutup air intake menggunakan tangan.

Modul lampu belakang BMW e39 prefacelift



11. Lampu rem mudah mati. Entah kenapa bohlam lampu rem di buritan itu rentan putus. Dan parahnya, ukuran bulb-nya sulit dicari di toko lampu biasa. Sebaiknya selalu sediakan spare lampu yang sama di bagasi. Untuk jaga-jaga. OBC akan memberitahu Anda melalui sinyal di cluster jika lampu rem mati.

12. Sensor ABS Menyala. Hal ini bisa terjadi karena sensor kotor, atau memang sensor sudah rusak mengingat letaknya sangat rentan terhadap panas, kotoran dan getaran di kolong mobil. Saya melihat teman saya memborong sensor ABS seharga 100 ribu rupiah di acara Indonesia Bimmerfest 2015.

13. Power Wiondow macet. Seringkali regulator yang sudah lemah menjadi semakin lemah dan mati karena kurangnya respon yang sigap dari pemilik. Saya pernah mendapati regulator pwoer window saya tidak bisa mengangkat kaca jendela. Setelah doortrim dibuka dan saya bersihkan bagian regulator, tidak lupa memberikan gemuk pada sling dan jalur slingnya, semuanya kembali lancar dan normal. Masalah lain adalah elektrikal, bisa juga modul power window bermasalah.

14. Tutup Reservoir Power Steering lembab oli. Ini memang mitos yang belum saya temukan penyebabnya. Tapi tidak masalah, selama isi oli power steering dalam reservoir tidak berkurang, dan tidak ada kebocoran pada saluran/ selang oli.

15. Alternator mati. Ditandai dengan mobil "brebet" saat diajak lari, atau sering loss power atau bahkan mati mendadak di lampu merah. Silahkan cek kondisi alternator. Lagi-lagi ini masalah usia dan penggunaan elektrikal mobil, lebih beresiko jika ada instalasi audio yang rumit dan rentan kebocoran listrik. Audio BMW e39 sudah bagus menurut saya sebagai penikmat SQ.

16. Head Unit Trim, Door Trim, retak seketika. Ini hanyalah masalah fisika. Apalagi jika mobil dijemur di parkiran tanpa atap berjam-jam di bawah terik matahari.

17. Kursi Depan Spin. Inkordinasi dari motor-motor yang menggerakan elektric seat bisa menyebabkan kursi seperti terpelintir. Ada solusinya tutorialnya  di youtube atau Anda bisa bawa ke bengkel dengan biaya 100 ribuan.

18. Ban Makan Dalam. Khususnya bagi pemilik BMW e39 yang mengaplikasikan ban/velg besar, seringkali ban bagian dalam lebih tipis dari bagian luar. INi menurut temans aya, terjadi karena kekuatan kaki-kaki secara keseluruhan sudah berkurang sehingga ban menjadi sedikit chamber. Solusinya bisa dengan melakukan rotasi ban secara teratur. Cek tekanan angin. Dan melakukan peremajaan kaki-kaki di spa-spa yang tersedia. Seperti di Yogyakarta ada ZicZac atau Jantra dimana 12 titik suku cadang kaki-kaki depan BMW e39 dapat diperbaharui dengan garansi hingga 1 tahun. Tanpa perlu membeli parts baru (jika part sudah terlalu rusak, maka tetap perlu parts baru).

19. "Jedak Sound" N to D. Untuk perpindahan transmisi yang kasar dari N ke D bisa terjadi karena oli transmisi kurang, atau ada masalah pada "laher gantung", bisa juga karena transmisi perlu overhaul. Tapi sebagai informasi hampir seluruh unit BMW e39 memiliki suara khas ini. Bukan masalah besar selama perpindahan gigi berikutnya berjalan normal.

20. MAF sensor ngambek. Gejalanya adalah mobil boros, brebet atau loss power. MAF bisa dibersihkan sendiri dengan resiko. Tapi pada titik tertentu MAF sebaiknya diganti dengan unit baru agar optimal.

Sepertinya ada cukup banyak problem yang bisa hadir selama merawat BMW e39 tapi percayalah problem yang ada sifatnya umum seperti mobil lain. Namun kenikmatan dan sensasi ngebut dengan BMW e39 ini.. Ora Umum!! Hahaha

PS: jika Anda punya pengalaman lain problem BMW e39 silahkan share di komentar.

4 comments:

  1. Untuk pengguna BMW e36 banyak problem solving dan bisa diatasi bisa dilihat di web http://bmwproblemsolving.blogspot.co.id/search/label/Engine

    ReplyDelete
  2. thanks om dede... nice share, saya main-main ke tkp deh.. (o)

    ReplyDelete
  3. maaf mau tanya kalo untuk betulin seat twist ada rekomendasi bengkel di daerah jakarta utara? terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
  4. Helo mister unknown untuk seat twist bisa dibenerin sendiri loh, ada tutorialnya di youtube.. :D tapi kalo tetep pengen ke bengkel bisa kok ke bengkel bmw di seputaran jakarta, banyaaaak...

    ReplyDelete

Blog Stats