Friday, 22 April 2016

Nasi Sisa.

Bertaman di pekarangan.
Tiga burung pipit hinggap di tiang jemuran.
Malu-malu bergerak kemudian
mematuk nasi sisa yang kujemur di atas nampan.
Agar tidak bau, mubazir dan terbuang
nasi sisa itu dikeringkan.
Oh indahnya, burung-burung bertamu.
Nasi kering tertawa melepas rindu
"jika bukan kalian, siapa yang mau padaku?"
Sawah belakang masih dibajak
Perumahan mewah kian mendesak.
Burung pipit menebar senyum.
"nasi kering, kau adalah padi yang ranum"
Oh, Tuhan..
Jika kenyang burung liar jadi sedekah bagiku,
semoga hapus salahku masak lebih dari perlu.
Jika nasi sisa berterimakasih padaku,
semoga bisa bertaman lagi di hari minggu.

0 comments:

Post a Comment

Blog Stats