Friday, 13 January 2017

Kinerja AC Mobil menjadi hal penting di musim hujan.
Ada anekdot yang umum di kalangan masyarakat Jogja bahwa bulan Januari adalah bulan "hujan sehari-hari". Entah dari mana asalnya, namun agaknya anekdot itu bukan sembarangan. Nyatanya benar bahwa hampir setiap hari hujan, mendung, bahkan tak jarang terjadi angin ribut yang menumbangkan pohon. Nah, selain harus waspada di musim hujan, ada satu hal yang bagi pengendara mobil wajib dilakukan: menghindari ac mobil tidak dingin!

Karena tentu sangat tidak nyaman jika di musim hujan ac mobil malah menghembuskan angin hangat. Mobil menjadi pengap, kaca berembun membuat pandangan terbatas. Nah, tentu usaha mengindari ac mobil tidak dingin erat kaitannya dengan pengetahuan dasar mengenai ac mobil dan cara kerjanya.

Komponen Utama

Air Conditioner (AC) Mobil adalah suatu rangkaian komponen yang berfungsi sebagai penyejuk ruangan pada kabin kendaraan. pada dasarnya sistem kerja ac mobil adalah sirkulasi udara (lihat gambar) dimana komponen-komponen berfungsi saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan freon (gas pendingin) sebagai aliran sirkulasi itu sendiri. aliran tersebut terus-menerus bersirkulasi selama mesin dihidupkan.

Dikarenakan sistem, maka apabila terjadi kondisi ac mobil tidak dingin, perlu dilakukan cek kondisi dari komponen-komponen utama yang ada. Perbaikan pun bisa dilakukan dengan melakukan mitigasi komponen dari yang terendah resiko waktu dan biaya hingga yang paling memakan sumber daya. Nah apa saja komponen ac mobil? Ini dia:

1. Compressor
Adalah mesin pemompa freon yang didalamnya terdapat piston atau sitem pengerak lainnya serta dua buah katup tiup dan hisap, yang mana katup tiup adalah berfungsi menyalurkan hasil proses pompa gas freon yang bertekanan tinggi kepada condensor. sedangkan katup hisap berfungsi menarik lagi gas sisa pendinginan pada evaporator. pada compressor terdapat juga magnet clutch yang berfungsi sebagai sistem kelistrikan dan pengontrol. Jadi bisa dikatakan inilah "jantung" dari sistem air conditioner mobil yang bertanggungjawab memompa freon untuk dipepatkan (dikondisikan menjadi tekanan tinggi).
2. Condensor
Pada komponen ini berfungsi sebagai penyerap panas dan pendingin atau pelepas kalor dari gas freon yang telah melewati proses kerja dari compressor, tekanan tinggi tadi diubah menjadi liquid atau cairan dan dialirkan lagi ke filter driyer. Karenanya tidak heran condensor umumnya diletakan pada bagian depan setelah radiator mesin, hal ini bertujuan agar condesor dapat dibantu didinginkan oleh putaran kipas dan aliran udara saat mobil berjalan.
3. Filter Driyer
Alat ini berfungsi sebagai penampungan dan penyaring cairan yang telah melalui proses pendinginan dari condensor. di dalam filter driyer sendiri terdapat bermacam lapisan saringan yang berfungsi memimalisir dan menyaring kotoran dan uap air sisa-sisa cairan yang ada sehingga hasil terbaiklah yang dialirkan lagi kepada expansi valve.
4. Expansi Valve
Fungsi alat ini adalah sebagai katup pengaturan dan mengecilkan cairan yang setelah melalui proses dari filter driyer. di dalam expansi valve cairan yang ada disemburkan sedemikan kecil (meminimalisir gas freon) sehingga menghasilkan embun dingin dengan tekanan yang lebih rendah kepada evaporator (cooling coil).
5. Evaporator
Proses terakhir terjadi pada komponen ini dimana embun bertekanan rendah yang dihasilkan dari expansi valve tadi disalurkan melalui cooling coil melalui pipa-pipa kapiler yang terstruktur pada cooling coil dan telah menjadi dingin karena proses tersebut dan dihembuskan oleh blower yang keduanya terdapat dalam evaporator, sehingga anda dapat merasakan dingin dan sejuk pada kabin ruang kendaraan melalui kisi-kisi angin yang terdapat pada dasbor mobil. Hasil sisa dingin tadi kemudian dikembalikan lagi ke compressor, begitulah proses kerja ac mobil terjadi terus-menerus saat mesin dihidupkan tentunya.

Bagan komponen AC pada mobil.
Menghindari AC Tidak Dingin

Agar selalu dingin? ya dirawat! hehe.. Pada dasarnya AC Mobil sama seperti AC Rumah, membutuhkan perawatan secara periodik. Entah perawatan pembersihkan saluran, atau perawatan penggantian freon. Walaupun freon dikatakan tidak akan habis jika sistem ac bagus, nyatanya sistem ac tidak selamanya bagus (akan degradasi kondisi) sehingga ini hanya ungkapan paradoks saja. Maksudnya bahwa jumlah dan tekanan freon bisa saja berkurang. Disarankan kita melakukan pembersihan sistem ac setiap 6 bulan sekali, atau semalas-malasnya setahun sekali. Hayo!! kapan terakhir Anda membersihkan sistem ac mobil?

Walaupun masih menghembuskan angin yang dingin, sistem ac yang terlalu lama tidak dilakukan pembersihan atau perawatan rentan kuman dan bakteri. Jika bertahun-tahun tidak dibersihkan kira-kira sudah berapa tebal ya menempel di kondensor dll? naaah... itu lah pertimbangan perawatan. Tidak semata-mata soal kinerja tapi juga faktor lain.

Tips Praktis

Baiklah sekarang langsung saja ke tips praktis. Karena selain perlu perawatan rutin ac mobil juga membutuhkan perlakuan yang layak agar tetap optimal kinerjanya. Bagaimana tips memperlakukan ac mobil yang bisa membantu kita menghindari ac tidak dingin? ini dia:

1. Pada saat menyalakan (mengaktifkan) ac mobil diusahakan mobil dalam keadaan RPM rendah atau pada saat mobil lamsam. Nah sering kan, kita sudah menyalakan mobil dan melaju wuuuzz... eh lupa belum nyalakan ac. Lalu main ON saja tombol ac pada saat kecepatan tinggi. JANGAN!! Mobil teman saya pernah ambyar kompresornya karena hal semacam itu. Setidaknya pelankan dahulu.. Usahakan RPM dibawah 1000 baru ON kan ac.

2. Untuk menonaktifkan AC juga demikian, jangan pada saat RPM mesin tinggi.

3. Ini yang juga penting saat menonaktifkan ac: diusakan selalu mematikan ac terlebih dulu, sementara itu biarkan blowernya menghembuskan hawa dingin sampai habis, lalu matikan. Baruuuu silahkan Anda OFF kunci kontaknya.
4. Jangan sekali - kali berfikir untuk menghemat konsumsi bensin dengan cara menghidup matikan ac pada saat RPM tinggi. Tidak perlu, yang perlu dilakukan adalah mengatur suhu. Sudah ada komponen yang bekerja untuk urusan active-nonactive kompresor. Jika tetap nekat menghidupmatikan aca pada rpm tinggi, kompresor ac akan cepat rusak,

Kenapa ? Karena compresor akan menerika momen yang tinggi dari putaran mesin yang tinggi sehingga akan ada kejutan putaran yang belebihan. Dan juga akan merusak mangnetik clutce kompresor anda.

5. Sering mengganti filter ac nya ya. Murah ko ga mahal - mahal amat. Seberapa penting? karena jika sampai kotoran mikro beredar dalam sistem ac dan masuk ke kompresor, akan menjadi katalis yang mampu menggesek permukaan-permukaan logam dan menghasilkan "gram" yang makin lama makin banyak dan semakin menggesek hingga aus. Filter murah, bahkan sangat murah jika dibanding resiko malas mengganti filter.
5. Jangan merokok didalam kabin mobil, Akan menimbulkan efek bau pada kabin mobil anda. Karena asap rokok akan menempel pada kabin. Sehingga akan menimbulkan perpaduan  bau yang tidak sedap dan ac pun jadi tidak segar. Kebetulan saya tidak merkok sih hehe
6. Isi freon yang ramah lingkungan ya, Jika dirasa ac sudah kurang dingin. Sudah tersedia banyak kok freon ramah lingkungan di pasaran, jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan  soal ini kepada pihak bengkel.
7. Selalu bersihkan kisi - kisi ac anda dari debu dan kotoran.Yaa intinya dirawat lah mobil Anda itu, yang sudah berjasa banyak. Anggap saja bagian dari wujud rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Good Luck!! :)
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment

Blog Stats